Thursday, March 8, 2012

Negara Macam Apa Kita???

Abis baca diskusi Kenaikan Harga BBM & TDL di yahoo. Ada beberapa pendapat yang aku suka salah satunya : 

 "#TolakKenaikanBBM karena:

Bertentangan dengan UUD 45 Pasal 33 "(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat."

Faktanya SDA MIGAS dikuasai oleh Asing 84% (Chevron, Total, Conoco, dll), Pertamina (milik negara) hanya 16% (sumber: Dirgen Migas), sudah sektor hulu ingin menguasai, sektor hilir (SPBU) pun pengen juga, Asing untung, Pejabat untung, rakyat ??....hadeuuh..
"

Aku setuju sama pendapat ini. Indonesia sekarang ini keadaannya sama dengan sebelum merdeka. Bayangkan aja negara macam apa yang membiarkan investor asing bergerak bebas di dalam negaranya??? membiarkan orang asing bebas mengacak-acak dan mengatur negaranya??? ini sih sama aja membiarkan diri kita terjajah. 

BULLSHIT sama yang namanya REFORMASI!!!
BULLSHIT sama yang namanya DEMOKRASI!!!
BULLSHIT sama yang namanya KEMERDEKAAN!!! 

Komentar lain yang aku setuju : 

"APBN habis oleh program2 yg tidak jelas pertanggung jawabannya contoh BOS dll selama ini hanya di jadikan bagi-bagi uang yg tdk jelas peruntukannya padalah ratusan trilyun, kenaikan gaji PNS yg sampai saat ini apa kontribusi nya untuk kemajuan Bangsa padahal rakyat indonesia buakan hanya PNS, kita buruh & pekerja Informal juga berhak untuk menikmati sedikit kesejahtraan sesuai konstitusi UUD 45 dan taat bayar pajak." 


Dari komentar ini bisa disimpulkan kalau sekarang ini Negara, terutama Rakyat Indonesia, lagi dijajah baik oleh orang asing dan orang pribumi. 



Aku adalah seorang pegawai di salah satu instansi pemerintah. Aku bisa lihat dengan mata kepala aku sendiri, mendengar dengan telingaku sendiri betapa tidak becusnya birokrasi yang dibangun oleh Pemerintah Indonesia. 


Bukan hanya aku, banyak teman-teman di instansi lain yang melihat dan mendengar hal serupa di instansi mereka masing-masing. 


Kemarin aku baru aja ikut rapat dan bertemu dengan teman-temanku tersebut. Boleh dibilang rapat yang kita ikuti itu sebenarnya nggak "worth it". 

Gimana enggak? rapat yang harusnya bisa dilakukan dalam 1 hari dijadikan 2 hari. Dengan waktu dimulai rapat jam 1 siang selesai besoknya jam 12 siang. Pake nginep segala pula. Apalagi materinya banyak yang diulang-ulang. Gak penting banget!!!


Kalau kata temen-temenku yang udah lebih lama kerja, bulan April ini adalah pengajuan anggaran kegiatan Tribulan 2 jadi laporan kegiatan Tribulan 1 udah harus kelar. Makanya mereka ngebut buat bikin acara ini meskipun gak worth-it2 amat. 

Sempet kubilang kalau emang nggak perlu diadain ya anggarannya dibalikin aja daripada ngabis-ngabisin duit negara. Terus mereka jelasin kalau uang anggaran dibalikin, instansi tersebut bakal dianggap nggak becus bikin anggaran, nggak becus ngejalanin instansi dan jatah anggaran tahun depan mereka bakal diturunin. 

Rupanya ANGGAPAN ANEH inilah yang membuat semua instansi di pemerintahan takut. Pernyataan "disunat" anggarannya lebih menakutkan daripada melakukan hal yang benar. 


Akhirnya seluruh instansi pemerintah jor-joran alias adu banyak dalam mengajukan jumlah anggaran. Alhasil, di akhir tahun banyak dari mereka yang melakukan outbond, kunjungan kerja, studi banding baik keluar kota atau luar negeri untuk menghabiskan sisa anggaran hanya agar anggaran tahun depan dinaikkan, paling tidak nggak kena "sunat". 


Harusnya kan pemerintah mendidik instansi-instansi alias bawahan-bawahannya untuk tidak menggunakan uang untuk keperluan yang tidak penting. 

Kalau memang program yang dibuat ternyagat gagal atau tidak penting ya kembalikan saja uang rakyat itu dengan alasan yang relevan tentunya. Alasan yang memihak rakyat. 

Kalau memang ada sisa anggaran ya kembalikan saja. Toh itu memang sisa. Tidak terpakai. 

Kenapa harus malu? kenapa harus takut? 


Pemerintah juga harusnya tak perlu marah dengan mengancam menurunkan anggaran mereka tahun depan, apalagi ketika alasan yang diberikan jelas, relevan, dan memihak rakyat. 

WHY NOT??? 
We are still democration country, right? Are we?