Wednesday, June 20, 2012

Inspiring Person - Don Hasman

Ini dia salah satu tokoh Indonesia dan dunia yang patut kita teladani. Kalo liat sosok eyang satu ini langsung keingat sama eyang Kung tercinta di Malang. Sama-sama sosok bersahaja karena kemana-mana selalu lebih memilih alat transportasi yang merakyat bahkan jalan kaki jika bisa dan tidak pernah mengharap imbalan serta hal mewah. 

Sudah gitu sama-sama cinta alam. Cuma caranya buat menghargai alam yang beda. Kalo Eyang Kung-ku dengan hobi berkebun (nggak bisa liat lahan nganggur, pasti dirubah jadi kebun bunga ato sayur buah), eyang Don mengabadikannya lewat fotografi. 


Ini dia salah satu artikel yang membahas soal eyang Don ini....

70 Tahun Don Hasman

Don Hasman. Foto oleh: Kristupa Saragih
Don Hasman. Foto oleh: Kristupa Saragih
Khalayak fotografi Indonesia sudah semestinya mengenal Don Hasman. Sosok fotografer penjelajah yang kehidupannya patut diteladani. Semangat Oom Don, demikian ia biasa disapa, seperti api yang tak pernah padam. 

Lahir di Jakarta, 7 Oktober 1940, Oom Don sudah mulai memotret sejak usia 11 tahun. Berbagai benua sudah dijelajah, puncak-puncak tinggi dunia sudah ditaklukkannya. Ribuan kilometer sudah ditempuh baik dengan berjalan kaki maupun bersepeda. 

Sosok Oom Don adalah sosok langka, sulit mencari pribadi yang mampu menyamai. Generasi muda fotografi mungkin pernah dengar namanya, tapi pertemuan secara langsung dengan Oom Don bisa membuat kita menyelami pribadinya. Sosok fotografer yang berkomitmen penuh pada profesi, loyal pada rekan-rekan dan selalu rindu berbagi.
Oom Don yang saya kenal adalah pria sederhana. Pada suatu acara di Jogja tahun 2009, Oom Don pernah pamit untuk beli tiket kereta api pulang ke Jakarta. Diantar seorang mahasiswa berboncengan motor, Oom Don berangkat ke Stasiun Tugu. 

Kepada mahasiswa itu saya titipkan sejumlah uang untuk tiket kereta eksekutif. Oom Don layak menikmatinya. Tapi mahasiswa tersebut, sekembalinya dari Stasiun Tugu, mengembalikan uang masih dalam jumlah banyak. Oom Don ternyata lebih suka menumpang kereta ekonomi. 

Oom Don juga saya kenal sebagai sosok yang penuh inisiatif, ide berani dan semangat menyala-nyala. Tahun 2006 di Jakarta, Oom Don berinisiatif mengumpulkan fotografer untuk sebuah proyek buku bertema Indonesia. Sejumlah fotografer terkemuka dikontaknya untuk berkumpul di studio Ferry Ardianto di bilangan Tebet. 

Saya sebagai yang termuda di rapat informal itu menyaksikan semua fotografer senior yang hadir amat respek pada Oom Don. Beberapa fotografer lantas bisik-bisik mengingatkan satu sama lain untuk sekedar mengongkosi Oom Don pulang dengan taksi. 

Uang kemudian diberikan secara diam-diam ke Oom Don, ketika acara usai dan semua saling berpamitan. Oom Don menolak, seraya menyebutkan bahwa ia terbiasa menumpang bis umum. Dan, Oom Don tetap pulang ke rumahnya di Depok menumpang bis umum. 

Begitu sederhananya kehidupan Oom Don hingga ia baru bersedia memakai ponsel setahun terakhir ini saja. Sebelum itu komunikasi hanya melalui telepon di rumahnya di Depok. Jika Oom Don sedang berpetualang, maka kita hanya bisa titip pesan pada anak perempuannya. 

Don Hasman. Foto oleh: Kristupa Saragih
Don Hasman. Foto oleh: Kristupa Saragih
Padahal prestasi Oom Don sungguh mengagumkan. Tempat tertinggi yang pernah ditaklukkan Don Hasman adalah Nuptse, kawasan Himalaya, Everest base camp 6.150 meter tahun 1978, masuk wilayah geografis Nepal. Baru 9 tahun kemudian rekor tersebut bisa diperbaharui oleh orang Indonesia lain. Don Hasman juga pernah menaklukkan Gunung Kilimanjaro 5.985 meter di Tanzania tahun 1985. Ia berangkat, antara lain, bersama mendiang Norman Edwin, wartawan Kompas, yang legendaris itu. 

Keteladanan Don Hasman adalah kekonsistenan memotret hingga hari ini, kala usianya beranjak senja. Oom Don, demikian ia akrab disapa, tahun 2007 masih sanggup berjalan kaki 1000 km dari Saint-Jean-Pied-de-Port, Perancis Selatan ke Cape Finisterre, Spanyol Barat Laut. Perjalanan selama 35 hari itu ditempuh dalam 2.200.000-an langkah oleh anggota kehormatan Mapala UI bernomor anggota MK 225 ini. 

Menimba pengalaman dari fotografer dan petualang alam bebas ini bak menimba dari sumur yang tak pernah kehabisan air. Dalam kunjungan ke kantor Fotografer.net bulan Maret 2010, sambil saling berbagi foto, Oom Don menyebutkan, “Foto bagus adalah foto yang bisa menggugah perasaan.” 

Petikan yang singkat tapi dalam dan mengena. Ketika fotografer berkutat dengan kecepatan rana, diafragma, dan perlombaan resolusi, petikan Oom Don ini penting dijadikan bahan refleksi. “Foto yang menggugah bisa menginspirasi orang yang melihatnya. Membuat orang melakukan sesuatu,” imbuh Oom Don. 

Selamat berusia 70 tahun, Oom Don. Semoga selalu sehat dan senantiasa berbagi kepada khalayak fotografi Indonesia dan dunia. 

Don Hasman. Foto oleh: Kristupa Saragih
Don Hasman. Foto oleh: Kristupa Saragih

sumber : http://kristupa.wordpress.com/2010/10/07/70-tahun-don-hasman/

Friday, May 25, 2012

Tik - Tok

tik tok tik tok

jam terus berbunyi 
mengingatkan waktu yang semakin menipis

tik tok tik tok

suara itu kembali terdengar

menyuruh kita bergegas
berlari jika bisa

tik tok tik tok

sudah berlari?
jangan berhenti

tik tok tik tok

sebab waktumu tak kan berhenti

time healing

waktu.

mampu menciptakan rasa sakit
sekaligus mampu menghapusnya

waktu.

mampu berubah
mampu mengubah 

semua.
tak ada yang luput darinya


Monday, May 21, 2012

Who doesn't know Aimee Mullins ?

  

Who doesn't know Aimee Mullins ? She is famous on google images search for a women running with her prosthetic limbs. Born in 1976 in Allentown, Pennsylvania, and growing up between Pennsylvania and County Clare, Ireland, Aimee Mullins has overcome challenges from day one. She was born with fibular hemimelia, a limb anomaly wherein there is partial or total absence of the fibula (shin) bones. She had both legs amputated below the knee when she was only a year old. (Without her legs, she could still learn to walk with artificial ones. With her legs, she would have been confined to a wheelchair for the rest of her life.) Her amazing spirit and drive helped compensate for the portion of her body she was missing.

Through her sheer presence and unrelenting spirit, Aimee Mullins is challenging the definitions of physical beauty and ability. In doing so, she is not only celebrating her own achievements, but more so, celebrating her ability to defy conventional public mindset, simply through her honest, open personality, and her incredible talent. Despite her physical limitations, she pushed herself physically and mentally to succeed. In high school she participated in numerous sports, including softball and skiing. 


              

While in high school, she heard about a track meet for people with disabilities, and was actually bothered by the idea, as she felt the athletes were limiting themselves by defining themselves by their disabilities. She was accustomed to competing against ‘able-bodied’ athletes in other sports, and initially was reluctant to join the alternative meet. Never one to turn down an opportunity, though, she signed up for the meet, not expecting much of an actual challenge even though she had never run competitively. 


She was surprised upon arriving, when she realized that she was the only athlete wearing wooden legs. The rest of the athletes had on metal, shock-absorbant legs that she didn’t even know existed. Not to mention that all the other athletes had at least one normal leg. Instead of deterring her determination, though, it forced her to push herself harder to succeed. And succeed she did – she not only won, she also broke a national record in doing so. She decided to enter the long jump competition next, an event that double amputees were technically ‘not supposed’ to enter. A year later, she broke the world record in it. 

She attended Georgetown University, where she continued to compete against ‘able-bodied’ athletes by becoming the first disabled athlete to compete in NCAA Division I track and field.  


Mullins decided to work towards competing in the 1996 Paralympic Games in Atlanta, Georgia. To do so, she obtained her first pair of sprinting legs with which she hoped to break the time she needed for Paralympic placement. Instead, her greatest fear came true – her leg began to slip off, and consequently, she lost because of it. Her coach pushed her to compete in the 200-meter, forcing her to face her biggest fear and to realize that true bravery is not the absence of fear, but the ability to conquer it.

She not only broke the time, she also swept the Paralympic trials a month later, running so fast that she was placed with arm amputees at the following meet instead, without being told. She finished last, and though she was upset, it didn’t stop her. She set Paralympic records in Atlanta for the 100 and 200-meter dash and in the long jump.

The following year she was named USA Track and Field's Disabled Athlete of the Year, and the National Association of Women in Education's 1997 Woman of Distinction.

Never one to be boxed-in physically or mentally, she excelled in other areas as well. While at Georgetown she was also selected for the prestigious Foreign Affairs internship program, the only woman amongst 250 men, and the youngest person to obtain Pentagon security clearance. She graduated in 1998 from Georgetown's School of Foreign Service with a double major in History and Diplomacy.

Mullins has since set her sights towards Hollywood. She has already had a few roles on television and in movies, and she has been featured in numerous magazines and books. In 2002 she starred in Matthew Barney's cult-favorite 'Cremaster 3,' playing a cheetah woman, ironic in that her own sprinting legs were designed after the super-swift animal. 

 
She also appeared in Dazed & Confused magazine in 1998, seen on Coverage, and in Kenneth Cole's anniversary Campaign (2010). She is also part of the L'Oréal fashion Beauty Team along with Jennifer Lopez and Gwen Stefani (2011).
 
In 1999, she modelled for British fashion designer Alexander McQueen in his London show, on a pair of hand-carved wooden prosthetic legs made from solid ash, with integral boots. She is able to change her height between 5 ft 8in and 6 ft 1in by changing her legs. She has been named one of the fifty most beautiful people in the world by People.
She also appeared in Dazed & Confused magazine in 1998, seen on Coverage, and in Kenneth Cole's anniversary Campaign (2010). She is also part of the L'Oréal fashion Beauty Team along with Jennifer Lopez and Gwen Stefani (2011). 
 
With a personality as vibrant as her talents, she also works to reach out to the community, to help others recognize their own potential and talents, despite what obstacles they may have to overcome. She serves as a motivational speaker, is on the board of directors of Just One Break, and co-founded HOPE (Helping Others Perform with Excellence) to aid disabled people wanting to train and compete in sports. 
 
She has received numerous accolades both on and off the field for her work. She has been included in Irish America’s “Top 100 Irish Americans” list several times, was included in Esquire's "Women We Love" 1998 issue, was named one of Jane magazine’s “10 Gutsiest Women” in 1999, and the following year was featured as one of the greatest American women in the 20th century in an exhibit at the Women’s Museum in Dallas. People Magazine honored her beauty by selecting her as one of their “50 Most Beautiful People in the World,” and in 2001 Sports Illustrated named her one of the "Coolest Girls in Sports."

Both a record-breaking Paralympic athlete and a fashion icon/Hollywood-star in the making, Mullins has the amazing ability to constantly redefine herself. She is just as comfortable in high heels and gowns as she is in running shorts and sneakers, wearing both with the unbridled confidence of one that is truly gorgeous both inside and out.  


 


Thursday, April 19, 2012

turn back time

picture is like a time capsule...
once you see it and all your memory will turn back...

sweet...happy...
sad...angry...
whatever it is...you just can smile 
always :)

Thursday, March 8, 2012

Negara Macam Apa Kita???

Abis baca diskusi Kenaikan Harga BBM & TDL di yahoo. Ada beberapa pendapat yang aku suka salah satunya : 

 "#TolakKenaikanBBM karena:

Bertentangan dengan UUD 45 Pasal 33 "(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat."

Faktanya SDA MIGAS dikuasai oleh Asing 84% (Chevron, Total, Conoco, dll), Pertamina (milik negara) hanya 16% (sumber: Dirgen Migas), sudah sektor hulu ingin menguasai, sektor hilir (SPBU) pun pengen juga, Asing untung, Pejabat untung, rakyat ??....hadeuuh..
"

Aku setuju sama pendapat ini. Indonesia sekarang ini keadaannya sama dengan sebelum merdeka. Bayangkan aja negara macam apa yang membiarkan investor asing bergerak bebas di dalam negaranya??? membiarkan orang asing bebas mengacak-acak dan mengatur negaranya??? ini sih sama aja membiarkan diri kita terjajah. 

BULLSHIT sama yang namanya REFORMASI!!!
BULLSHIT sama yang namanya DEMOKRASI!!!
BULLSHIT sama yang namanya KEMERDEKAAN!!! 

Komentar lain yang aku setuju : 

"APBN habis oleh program2 yg tidak jelas pertanggung jawabannya contoh BOS dll selama ini hanya di jadikan bagi-bagi uang yg tdk jelas peruntukannya padalah ratusan trilyun, kenaikan gaji PNS yg sampai saat ini apa kontribusi nya untuk kemajuan Bangsa padahal rakyat indonesia buakan hanya PNS, kita buruh & pekerja Informal juga berhak untuk menikmati sedikit kesejahtraan sesuai konstitusi UUD 45 dan taat bayar pajak." 


Dari komentar ini bisa disimpulkan kalau sekarang ini Negara, terutama Rakyat Indonesia, lagi dijajah baik oleh orang asing dan orang pribumi. 



Aku adalah seorang pegawai di salah satu instansi pemerintah. Aku bisa lihat dengan mata kepala aku sendiri, mendengar dengan telingaku sendiri betapa tidak becusnya birokrasi yang dibangun oleh Pemerintah Indonesia. 


Bukan hanya aku, banyak teman-teman di instansi lain yang melihat dan mendengar hal serupa di instansi mereka masing-masing. 


Kemarin aku baru aja ikut rapat dan bertemu dengan teman-temanku tersebut. Boleh dibilang rapat yang kita ikuti itu sebenarnya nggak "worth it". 

Gimana enggak? rapat yang harusnya bisa dilakukan dalam 1 hari dijadikan 2 hari. Dengan waktu dimulai rapat jam 1 siang selesai besoknya jam 12 siang. Pake nginep segala pula. Apalagi materinya banyak yang diulang-ulang. Gak penting banget!!!


Kalau kata temen-temenku yang udah lebih lama kerja, bulan April ini adalah pengajuan anggaran kegiatan Tribulan 2 jadi laporan kegiatan Tribulan 1 udah harus kelar. Makanya mereka ngebut buat bikin acara ini meskipun gak worth-it2 amat. 

Sempet kubilang kalau emang nggak perlu diadain ya anggarannya dibalikin aja daripada ngabis-ngabisin duit negara. Terus mereka jelasin kalau uang anggaran dibalikin, instansi tersebut bakal dianggap nggak becus bikin anggaran, nggak becus ngejalanin instansi dan jatah anggaran tahun depan mereka bakal diturunin. 

Rupanya ANGGAPAN ANEH inilah yang membuat semua instansi di pemerintahan takut. Pernyataan "disunat" anggarannya lebih menakutkan daripada melakukan hal yang benar. 


Akhirnya seluruh instansi pemerintah jor-joran alias adu banyak dalam mengajukan jumlah anggaran. Alhasil, di akhir tahun banyak dari mereka yang melakukan outbond, kunjungan kerja, studi banding baik keluar kota atau luar negeri untuk menghabiskan sisa anggaran hanya agar anggaran tahun depan dinaikkan, paling tidak nggak kena "sunat". 


Harusnya kan pemerintah mendidik instansi-instansi alias bawahan-bawahannya untuk tidak menggunakan uang untuk keperluan yang tidak penting. 

Kalau memang program yang dibuat ternyagat gagal atau tidak penting ya kembalikan saja uang rakyat itu dengan alasan yang relevan tentunya. Alasan yang memihak rakyat. 

Kalau memang ada sisa anggaran ya kembalikan saja. Toh itu memang sisa. Tidak terpakai. 

Kenapa harus malu? kenapa harus takut? 


Pemerintah juga harusnya tak perlu marah dengan mengancam menurunkan anggaran mereka tahun depan, apalagi ketika alasan yang diberikan jelas, relevan, dan memihak rakyat. 

WHY NOT??? 
We are still democration country, right? Are we?

Thursday, January 12, 2012

Rahasia Supaya tidak Gampang Pilek


Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat banyak orang gampang terserang common cold alias pilek. Penyakit yang disebabkan oleh Rinovirus ini sedikit-banyak membuat aktivitas penderitanya terganggu. Selain menimbulkan efek tidak nyaman, pilek juga mudah sekali menular dari satu penderita ke penderita lain.

Musim hujan telah tiba. Nah, kalau sudah begini, biasanya kita gampang sekali terkena penyakit seperti flu atau pilek. Agar terhindar dari penyakit ini, cara paling ampuh adalah beristirahat.

Dokter Anggitya Rullantika dari klinik Insan Sehat Purwakarta menyarankan agar tubuh beristirahat cukup satu-dua hari. Istirahat yang cukup berguna untuk memperkuat sistem imun sehingga penderita kembali sehat. "Jadi, sebenarnya sistem imun tubuh pun bisa melawan virus ini,' kata dr Anggit kepada Republika.

Kalau tidak memungkinkan untuk mengambil cuti, penderita pilek bisa mengandalkan masker selama beraktivitas di luar rumah. Jika dibutuhkan, konsumsi suplemen untuk memperkuat sistem imun. Obat-obat simptomatik juga bisa dikonsumsi untuk mengurangi gejala pilek yang mengganggu. Obat jenis ini berguna untuk menghilangkan gejala pilek, namun tidak menghilangkan penyebab utamanya. Misalnya, obat demam, painkiller, dan obat flu yang beredar di pasaran.

Zat besi adalah satu di antara banyak mineral yang dapat memperpendek durasi pilek. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung mineral ini selama musim penghujan. Asupan zat besi dalam tubuh bisa diperbanyak dengan mengkonsumsi kacang-kacangan, gandum, ikan, dan sayuran. Batasi juga asupan alkohol dan kafein yang bisa merangsang kita untuk sering buang air kecil yang menyebabkan banyak zat besi terbuang.

Namun, jika kondisi badan tidak juga membaik, dokter Anggit menyarankan untuk segera konsultasi ke dokter atau minum obat.  Obat yang dibutuhnya penderita pilek tergantung gejala yang menjangkitinya. Kalau pilek disertai dengan demam dan nyeri kepala, carilah obat yang mengandung penurun demam seperti paracetamol.

Penanganan akan lain jika pilek diiringi hidung mampet. Hal ini bisa dengan meminum obat-obatan yang mengandung pseudoefedrin. Namun, jika pilek disertai dengan batuk, terlebih dahulu harus dilihat jenis batuknya, apakah berdahak atau tidak. Jika batuknya berdahak, maka carilah obat yang mengandung pengencer dahak. Sebaliknya, jika pilek disertai batuk kering, carilah obat yang mengandung penekan batuk.

"Sebaiknya ke dokter kalau gejala di atas tidak juga membaik dalam dua minggu. Apalagi kalau sudah disertai sesak napas atau demam tinggi," kata dokter Anggit.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID